Ma Zhiqiu: Cinta Tak Terbatas Kepada Anaknya, Menjadi Inspirasi Bagi Dunia

Ibu mana yang tak cinta anaknya sendiri?

Tapi cinta Ma Zhiqiu, (47), kepada sang buah hati, memang tak dapat lagi diukur dengan kata-kata.

Hingga kisah ibu asal Shanyang, Tiongkok ini, membuat ribuan ibu di seluruh penjuru dunia, menitikkan air mata.

Cinta dan semangatnya untuk membesarkan anak kembarnya, yakni Zhang Hangjun (21), and Zhang Yuanjun (21),menjadi inspirasi bagi ibu yang punya anak berkebutuhan khusus.

Dua puluh satu tahun lalu, Ma Zhiqiu (47) melahirkan bayi prematur kembar. Rasa bahagia menyelimutinya kala itu. Tapi ternyata kondisi kesehatan kedua anaknya memburuk sehingga membuat ayahnya depresi dan memutuskan bercerai dengan Ma.
Dua puluh satu tahun lalu, Ma Zhiqiu (47) melahirkan bayi prematur kembar. Rasa bahagia menyelimutinya kala itu. Tapi ternyata kondisi kesehatan kedua anaknya memburuk sehingga membuat ayahnya depresi dan memutuskan bercerai dengan Ma.

Masing-masing anak dari Ma, terlahir istimewa. Zhang Hangjun mendapat autis, sementara Zhang Yuanjun cerebral palsy (lumpuh otak).

Tak hanya berkebutuhan khusus, kedua putra Ma juga mengalami obesitas. Sungguh, Ma mendapat ujian berat untuk merawat keduanya.

mother-sons-2
Anaknya Zhang Hangjun, memiliki berat 250 kilo dan tidak bisa bergerak karena obesitas. Dia hanya bisa terbaring di tempat tidur.

Tapi, Ma percaya, bahwa kedua anaknya bisa bersaing di dunia nan kejam ini.

Bahkan seorang anak Ma, yakni Yuanjun, menjadi seorang pemenang lomba menyanyi.

Kisah sukses Ma, langsung menghiasi media Tiongkok. Beritanya pun tersebar ke seluruh penjuru dunia.

Sedangkan Zhang Yuanjun menderita cerebral palsy atau kelumpuhan otak, namun dia masih bisa mandiri.
Sedangkan Zhang Yuanjun menderita cerebral palsy atau kelumpuhan otak, namun dia masih bisa mandiri.

Kutipan Ma, bahwa ia masih merasa bersyukur di tengah segala keterbatasan, membuat kagum para ibu di dunia :

“Kakak Yuanjun, yakni Hanguin, terkena cerebral palsy sehingga tak mungkin baginya untuk bergerak bahkan di rumah sekalipun.Saya masih beruntung, Yuanjun (yang autis), bisa menjaga dirinya sendiri, dan bisa membantu kami,” kata Ma, sebagaimana dilansir The Mirror, 16 Mei 2015.

Meski memliki dua putera yang memiliki kekurangan, Ma terus mendukung anaknya melakukan apapun
Meski memliki dua putera yang memiliki kekurangan, Ma terus mendukung anaknya melakukan apapun

“Kedua anak saya itu sangat tampan, dan saya tak menyesali sedikitpun dari mereka,”

“Yuanjun adalah penyanyi berbakat, dan sekarang ikut kompetisi nasional. Ia bahkan memenangkan banyak penghargaan, keahliannya menyanyikan lagu klasik Italia dan Rusia,” sebut Ma.

Yang menarik, Yuanjun meski menderita kelumpuhan otak ternyata penyanyi berbakat dan selalu mengikuti kompetisi di berbagai negara. Dia bahkan memenangkan sejumlah penghargaan menyanyi klasik di Italia dan Rusia.
Yang menarik, Yuanjun meski menderita kelumpuhan otak ternyata penyanyi berbakat dan selalu mengikuti kompetisi di berbagai negara. Dia bahkan memenangkan sejumlah penghargaan menyanyi klasik di Italia dan Rusia.

Yang lebih membuat bangga Ma, Yuanjun juga cakap bermain piano. Ia bahkan mengajari anak-anak miskin di sekitar rumahnya, untuk berlatih piano.

“Seorang guru bahkan menyumbangkan pianonya untuk kami, sehingga Yuanjun bisa berlatih di rumah,” sebut Ma.

Kehidupan Ma sangat menakjubkan karena memberi inspirasi bagi khususnya bagi ibu tunggal dan mereka yang memiliki anak dengan segala keterbatasannya.
Kehidupan Ma sangat menakjubkan karena memberi inspirasi bagi khususnya bagi ibu tunggal dan mereka yang memiliki anak dengan segala keterbatasannya.

Sungguh, Ma Zhiqiu telah menunjukkan cinta seorang ibu yang tulus kepada anaknya.

8,898 total views, 7 views today

Komentar Anda

Bagaimana Pendapat Anda

Related Posts:

Anak Balita yang Dipaksa Belajar CALISTUNG dapat Terkena Penyakit Mental

Anak usia di bawah lima tahun (balita) sebaiknya tak buru-buru...

Theme Settings